Rabu, 04 Januari 2012

Sekilas : Dzikrul Ghofilin

Dzikrul Ghofilin Gus Miek Masuk Kampus

Tegal – Ada pemandangan yang tidak biasa di kampus Universitas Pancasakti (UPS) Tegal, Ahad (27/3) lalu. Suasana kampus yang biasanya terlihat lalu lalang mahasiswa, kini terlihat berbeda. Sekitar 7.000 orang tumpah ruah di halaman kampus Jalan Halmahera memanjatkan doa yang dipimpin oleh KH Nurul Huda Jazuli, pengasuh Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri.
Ribuah jamaah itu mengikuti rangkaian pembacaan doa Dzikrul Ghofilin yang dirintis oleh Gus Miek (alm.) dari Ploso Kediri dan telah berkembang ke berbagai daerah di Indonesia. Menurut rektor UPS, Prof Dr H Tri Jaka Kartana MSi, kegiatan dzikir bersama antara civitas akademika UPS dengan masyarakat dilakukan dalam upaya pembinaan moral sekaligus siraman rohani bagi civitas akademika dan masyarakat.

“Kehadiran para tokoh ulama diharapkan mampu memberikan taushiyah yang nantinya menjadi pijakan sehingga sethap langkah yang dilakukan berada di jalan sesuai ajaran Islam,” Tri Jaka di sela-sela kegiatan dzikir, belum lama ini di komplek kampus UPS Tegal.
Menurut Tri Jaka, manusia akan mencapai kebahagiaan yang hakiki kalau bisa menggabungkan antara kekuatan intelektual, religius dan akhlakul karimah, karena intelektual saja tidak cukup tanpa dibarengi jiwa agama dan akhlak yang mulia. Kalau ketiganya bisa dikawinkan akan membentuk insan kamil.
Jamaah yang hadir terlihat khusyu mengikuti pembacaan doa yang dipimpin oleh KH Nurul Huda Jazuli (Gus Da). Kumpulan dzikir Gus Miek itu ternyata membuat para jamaah antusias mengikuti terutama ketika lafadz “Lailahaillallah” dikumandangkan bahkan tak sedikit dari mereka meneteskan air mata tatkala doa-doa dipanjatkan.
Hadir dalam acara dzikir Dzikrul Ghofilin rektor UPS, Prof Dr H Tri Jaka Kartna, walikota Tegal H Ikmal Jaya SE, wakapolres kota Tegal kompol Sugeng T SH MH, ketua tanfidziyah NU kota Tegal Dr H Basukiyatno MPd, wakil rektor III Dwijoyo Hartoyo SH MH, Pembina UKMI M Khamim SH MH, Ki Entus Susmono serta ribuan masyarakat yang datang tidak saja dari kota Tegal tapi dari Kab Tegal, Brebes dan Pemalang.
Dalam tausiahnya Gus Da mengajak, supaya masyarakat kampus selalu ingat dan menjalankan sesuatu tidak semata-mata mengedepankan nilai ilmiah tapi juga religius. Keutamaan Al Qur’an hendaknya menjadi pijakan sehingga terbentuk karakter mahasiswa serta civitas akademika lainya yang adil, jujur dan bertanggung jawab.
“Saya merasa bersyukur dan terima kasih atas respon yang begitu besar dari civitas akademika dan masyarakat sekitar dalam acara Dzikrul Ghofilin. Semoga acara ini bisa menjadi media dalam proses pembentukan insan yang selalu mengedepankan nilai-nilai agamis. Tantangan yang begitu berat di dunia pendidikan, utamanya mahasiswa dalam mengadapi derasnya arus informasi yang kadang berdampak negative seperti pergauln bebas, narkoba dan seks bebas. Oleh karenanya kegiatan semacam ini diharapkan menjadi penyejuk dan pencerah bagi mereka yang sedang mencari jati diri,” katanya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar